Sunday, August 1, 2010

Sungai Mengalir Di pohon Nan Rendang


Pohon,
Rendangmu menawar teduh,
Pada saat gundah nan luluh,
Melambai damai tanpa mengeluh,
Penenang tika duka menyentuh,
Tatkala titis gerimis pun mencemuh...

Sungai,
Riakmu mengalir mempesona,
Tiap liuk arusmu merona,
Membuai kelikir terus terlena
Mengalun tebing leka terpana,
Mendendang nada kencana,
Menyusur aur menyisip pawana...

Pohon,
Yang rendang dahanmu,
Tanpa leka, tanpa jemu,
Bila resah pun bertamu,
Tenteram pun mengusik rindu,
Damai pun berlagu syahdu
Meniup kasih, menghibur kalbu...

Sungai,
Yang mengalir riak ceria,
Bergemilau indah meruntun jiwa,
Mengalpa penyair hilang bicara,
Mengundang bayu memuput rasa,
Mengalun cinta tanpa suara...

Suami dan Isteri,
Ibarat Pohon dan Sungai,
Saling membuai, saling mendamai,
Tiada duanya tidakkan terlerai,
Segala kasih pasti tersemai,
Bila syair berlagu, rindu mengintai,
Lalu puisi cinta pun terungkai
Mendendang irama bahagia terurai...


Mustiqa Dewy: Mei 1998

1 comment:

  1. Puisi yg lahir dari lubuk hatiku...(masa ni baru lps kawin... tp aku d KL n hubby d Sik)
    Harapanku moga kehidupan semua pasangan suami & isteri sebegitu rupa... indah dan asyik...
    Diilhamkan oleh Ustaz Rithauddeen.. SK Air Panas, Setapak, KL.
    Tq Utz Todeen.

    ReplyDelete